DR GM Panggabean: PTS Potensi Besar Mengembangkan Pendidikan


Medan
Ketua Umum Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII, DR GM Panggabean mengatakan, pemerintah berkewajiban untuk menyelamatkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sebab hanya mengandalkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) saja, kita tidak mungkin mengembangkan pendidikan dengan baik di negeri ini.
Hal itu dikemukakan Pak GM, berkaitan dengan informasi yang diungkapkan oleh Ketua Asosiasi PTS (Aptisi) baru-baru ini, bahwa sekitar seratus PTS berada dalam keadaan tidak sehat pada dewasa ini.
Pertanyaannya, kata Pak GM, andaikata PTS kemudian dibiarkan begitu saja, apakah pendidikan kita akan lebih baik? Kita ragu! Ranking Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang memasuki posisi 100 dunia saja, juga tidak ada, kata Pak GM.
Hal-hal di atas dinyatakan DR GM Panggabean dalam kata sambutannya, pada acara serah terima jabatan Ketua STMIK Sisingamangaraja XII Medan, dari pejabat lama Drs Pangeran Sianipar MSc kepada Dra Esther Nababan MSc, yang berlangsung di aula Universitas Sisingamangaraja XII Medan, Jumat (21/11).
Drs Pangeran Sianipar sudah menjabat selama lima tahun dan selanjutnya dipercayakan menjadi Ketua LPPM STMIK Sisingamangaraja XII.
Pak GM berkata, pergantian Ketua STMIK Sisingamangaraja XII dari Drs Pangeran Sianipar MSc kepada Dra Esther Nababan MSc, dilakukan, bukan karena ada kesalahan Bapak Sianipar, bahkan pada penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2008/2009 di STMIK ini, terdapat peningkatan sebanyak 11,7 persen dan yang terbanyak diantaranya adalah di Program Studi Teknik Informatika yang diketuai Dra Normalina Napitupulu MSc (alumni USA).
Menurut Pak GM, Dra Esther Nababan MSc, yang telah ditetapkan sebagai Ketua STMIK Sisingamangaraja XII yang baru, bukanlah tenaga asing di lingkungan STMIK ini. Beliau dengan pembawaannya yang lembut dan anggun, selalu senyum, dengan memiliki latar belakang pendidikan di luar negeri (Australia), kita harapkan dapat memenage STMIK ini dengan suasana teduh, familiar, dapat membangun kebersamaan yang lebih harmonis, dan dapat membawa lebih maju lagi STMIK ini ke depan, tentu dengan dukungan kita semua.
Dalam pesan-pesannya, Pak GM berkata, mengelola PTS, kalau dilakukan seperti mengelola suatu Universitas Negeri, yang segala-galanya tersedia, jelas tidaklah mungkin akan berhasil.
Universitas Negeri tidak kekurangan mahasiswa, sedang PTS harus bergumul setiap tahun ajaran baru melancarkan upaya-upaya yang maksimal, untuk mendapatkan mahasiswa baru. Oleh karena itu, menjadi Ketua STMIK Sisingamangaraja XII, sesungguhnya bukan suatu kedudukan yang empuk.
PTS Potensi Besar Terhadap Pengembangan Pendidikan
Dalam kata sambutannya pada acara sertijab tersebut, Pak GM mengatakan PTS sebenarnya adalah potensi yang besar terhadap pengembangan pendidikan di negeri ini. Maka seharusnya pemerintah lebih perduli pada peningkatan mutu PTS.
Pak GM berkata, baru-baru ini, terungkap kabar bahwa sekitar 100 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berada dalam keadaan tidak sehat. Kabar itu diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi). Sejalan dengan itu, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) yang merilis data tahun 2007 juga mengumumkan bahwa hasil akreditasi terhadap program studi di PTS memperlihatkan adanya penurunan kualitas. PTS yang mendapatkan akreditasi A turun 16 persen dan akreditasi B turun 13 persen, sehingga akreditasi C meningkat 29 persen.
Data lain yang juga perlu diungkapkan di sini adalah ketika terjadi peningkatan jumlah PTS, yakni dari 1.846 pada 2002 menjadi 2.556 pada 2007, justru pada saat penurunan jumlah mahasiswa terjadi. Penurunan jumlah mahasiswa yang terdaftar di PTS mencapai 25 persen.
Fakta di atas membuat kita prihatin. Mengapa? Karena PTS sebenarnya adalah potensi yang besar terhadap pengembangan pendidikan di negeri ini. Dengan angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Indonesia pada 2007 yang hanya sekitar 17,28 persen ditambah dengan data bahwa dari 25,3 juta penduduk usia 19-24 tahun hanya 4,3 juta yang mampu menikmati pendidikan tinggi, maka sebenarnya PTS adalah solusi. Selama ini bertahun-tahun yang lalu ketika pemerintah juga belum serius membenahi pendidikan tinggi, yang menjadi tulang punggung utama pendidikan tinggi adalah PTS, kata Pak GM.
Salah satu sumber macet mandegnya PTS adalah karena pemerintah sendiri kurang peduli pada peningkatan mutu PTS. Aliran dana peningkatan mutu kepada PTS amat minim. PTS hanya mendapatkan perhatian sangat sedikit.
Selain itu, pemerintah sendiri sekarang terkesan meliberalisasi sektor pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Pasca penetapan sejumlah PTN sebagai PT berbadan hukum, maka ekspansi mereka ke dalam upaya memiliki mahasiswa dalam jumlah besar telah merusak tatanan yang selama ini menjadi “bagiannya” PTS.
Tidak dapat dibayangkan bahwa PTS yang sebelumnya mendapatkan “jatah” mahasiswa dari mereka yang tidak memasuki PTN, kini terancam bangkrut karena PTN juga menerima berbagai sistem seleksi. PTN menerima mahasiswa demi mendanai diri sendiri pasca PT BHMN tadi. Akibatnya jelas, PTS semakin lama semakin terpuruk karena kehilangan mahasiswa.
Pertanyaannya, kata Pak GM lebih lanjut, andaikan PTS kemudian dibiarkan begitu saja, apakah pendidikan kita akan lebih baik? Kita ragu. Rangking PTN yang memasuki posisi 100 dunia juga tidak ada. Posisi yang diperoleh oleh PTN besar di Indonesia berkisar pada posisi 250-an sesuai dengan data terbaru di tahun 2008. Ini berarti bahwa mengandalkan PTN saja kita tidak mungkin. Oleh karena itu, menurut pendapat saya, Pemerintah berkewajiban untuk menyelamatkan PTS di negeri ini.
Di lapangan, lulusan PTN dan PTS juga tetap bersaing. Mereka yang merupakan lulusan PTS tidak kalah perannya dibandingkan dengan lulusan PTN. Jadi sebenarnya tidak ada privillage bahwa PTS harus dibiarkan dalam kondisi yang memprihatinkan seperti tadi. Kelihatannya masih ada solusi yang bisa ditempuh untuk memulihkan keadaan PTS di Indonesia.
Salah satunya adalah dengan mengeluarkan aturan mengenai pembatasan penerimaan mahasiswa baru PTN yang ada di wilayah tertentu, secara proporsional, diberikan ijin untuk memperoleh mahasiswa. PTN harus kreatif mencari sumber pendanaan lain, bukan hanya dengan menambah jumlah mahasiswa. Selain itu subsidi kepada PTS juga harus ditingkatkan supaya gairah pengembangan keilmuan di PTS juga menarik minat mahasiswa dan meningkatkan mutu PTS itu sendiri. Demikian DR GM Panggabean.
Pimpinlah Seperti yang Dikehendaki Tuhan
Pada bagian penutup kata sambutannya, Pak GM mengucapkan terimakasih kepada Drs Pangeran Sianipar MSc atas pengabdiannya selama ini, serta mengharap dalam jabatannya yang baru sebagai Ketua LPPM dapat mendorong dan membimbing para dosen STMIK, US XII dan UNITA untuk tertarik melakukan penelitian-penelitian.
Kepada Ketua STMIK yang baru, Pak GM berpesan, sebagai Ketua STMIK Sisingamangaraja XII yang baru, saya mengharap Dra Esther Nababan MSc, pimpinlah STMIK ini, seperti yang dikehendaki oleh Tuhan.
Kalau STMIK ini dipimpin seperti yang dikehendaki oleh Tuhan, saya berani memastikan, kita akan berhasil! tegas Pak GM.
Perlu diberitakan, sebelumnya telah juga diadakan pergantian semua Puket (Pembantu Ketua) sehingga sekarang susunan Pembantu Ketua di STMIK Sisingamangaraja XII Medan adalah Puket I dijabat Sdr John Berlin Damanik, SSi, MM, Puket II Dra Pesta Gultom MM dan Puket III Sdr Darwin Manalu, SKom, MM.
Dengan Keputusan Ketua Umum Yayasan, telah pula dibentuk jabatan baru di STMIK Sisingamangaraja XII, yaitu jabatan Wakil Ketua STMIK dijabat oleh Drs M. Situmorang, MKom.
Acara sertijab itu berlangsung meriah dihadiri Pimpinan dan Staf Pengajar dari US XII, Rektor dan para PR, Dekan dari Unita dan Staf Pengajar STMIK Sisingamangaraja XII sendiri. Acara ini bukan saja dihibur artis Juni Marpaung, tapi Wakil Ketua STMIK Drs M Situmorang MKom yang memang “jago nyanyi” telah mengajak dosen-dosen STMIK bernyanyi menyemarakkan acara tersebut, sungguh meriah dan lucu.
Paduan Suara US XII juga tampil prima dipimpin Ny. Verachi Silalahi SS, MHum (Ketua Jurusan Sastra Inggris Fak. Sastra US XII), menyanyikan Hymne Sisingamangaraja dan lagu-lagu hiburan lainnya.
Juga Kepala Laboratorium Komputer STMIK Sisingamangaraja XII Dian Rahmati, SSi, MKom juga tampil melantunkan sebuah lagu.
Dan kesediaan Ketua STMIK Sisingamangaraja XII yang baru, Dra Esther Nababan MSc bernyanyi menyumbangkan sebuah lagu, mengundang tepuk tangan yang riuh.
Dalam kata sambutannya menerima jabatan barunya, Dra Esther Nababan MSc berkata: “sekecil apapun potensi yang ada pada diri saya, akan saya baktikan kepada STMIK Sisingamangaraja XII. Dengan dukungan potensi-potensi yang dimiliki rekan-rekan lain di STMIK, tentu potensi kita akan lebih besar membuat STMIK Sisingamangaraja XII yang kita cintai ini akan lebih maju ke depan”.
Doa penutup dibawakan oleh Wakil Ketua STMIK Drs M. Situmorang MKom.

Iklan
By Pancur Batu Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s