Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Daerah Sumatera Utara


Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah penting mengingat Negara Republik Indonesia terletak pada kedudukan strategis sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman ekosistemnya dan memiliki sumber daya alam yang harus dikelola dan dilindungi menuju mewujudkan pencapaian tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Oleh sebab itu perencanaan pembangunan regional dengan industri sebagai penggerak utama perlu dilakukan secara terkoordinasi dan terpadu mengacu kepada tataruang, sehingga menjadi satu kesatuan tata lingkungan yang dinamis serta tetap memelihara kemampuan daya dukung lingkungan hidup sesuai paradigma pembangunan yang berwawasan lingkungan dan memantapkan ketahanan nasional. Penataan ruang harus dapat menciptakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Kondisi industri nasional yang lebih dari 60% terkonsentrasi di Pulau Jawa, di samping berdampak tidak meratanya aktivitas ekonomi, juga semakin mengakibatkan semakin berkurangnya daya dukung lingkungan Pulau Jawa serta terjadi pergeseran tata guna tanah subur.
Sistem Perencanaan Terpadu
Dengan melihat pengaruh dan perspektif Kawasan Industri Kuala Tanjung dapat dijadikan modal awal untuk membangun suatu Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia secara khusus di Sumut. Oleh karena itu perencanaan pembangunan regional perlu dipersiapkan dengan matang dan secara bersama sama, dengan mengacu kepada Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025, dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Sumatera Utara serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara No. 8 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2009-2013.Untuk mengatasi hal tersebut prioritas pembangunan industri diarahkan ke daerah di luar Pulau Jawa disertai dengan penataan ruang. Merumuskan suatu perencanaan pembangunan regional yang terkait erat antar satu sistem dengan sistem lainnya khususnya dengan sistem tata ruang dalam suatu sistem kesatuan, seperti digambarkan di bawah ini:Pengembangan dan pembangunan Kawasan Ekonomi senantiasa membutuhkan lahan, sedangkan tuntutan akan kebutuhan lahan oleh pelaku pembangunan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya suatu pertarungan perolehan lahan antar pelaku pembangunan, swasta, Pemerintah Pusat dan Daerah maupun masyarakat seolah olah bersaing satu sama lain dalam mencari dan memperoleh lahan yang dibutuhkan. Dan dalam jangka panjang jika tidak ada perencanaan dan pengendalian oleh pemerintah akan menimbulkan persaingan semakin tidak sehat. Oleh karena itu dalam pembangunan regional pembentukan suatu kawasan ekonomi harus dibuatkan suatu perencanaan terpadu yang merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, antar sistem, dan sistem dengan subsistem, serta keterkaitan subsistem dengan subsistem lainnya. Keterkaitan yang sinergis harus ada dalam perencanaan komunitas yang meliputi subsistem: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam, dengan sistem perencanaan sumber daya yang meliputi subsistem; manusia, alam, keuangan, kelembagaan kemudian dengan sistem perencanaan fisik spasial yang meliputi subsistem; tata guna lahan/air/udara, transportasi, komunikasi, infrastruktur/prasarana, pelayanan sosial.
Kajian Menentukan Kelayakan KEK
Adanya ketentuan khusus di bidang kepabeanan, perpajakan, perijinan, keimigrasian dan ketenagakerjaan, pembedaan ketentuan khusus tersebut pada umumnya akan meminimalkan tarif atau retribusi yang berkaitan dengan perpajakan dan kepabeanan sehingga pendapatan negara yang berhubungan dengan perpajakan dan kepabeanan berkurang. Ketentuan khusus dalam pengembangan KEK merupakan strategi memacu pertumbuhan sektor investasi dengan paket investasi yang menarik berupa insentif fiskal agar investasi memberikan keuntungan dan memiliki tingkat pengembalian yang tinggi (return of investment), memberikan manfaat bagi investor, masyarakat dan negara, menyerap tenaga kerja, dan menghemat devisa. Dalam kajian menggali potensi-potensi investasi daerah diperlukan kajian ekonomi dan finansial serta kebijakan-kebijakan yang menggali sumber-sumber pembiayaan atau menarik minat investor untuk menunjukkan potensi investasi pada kawasan yang layak menjadi kawasan klaster industri.Dalam jangka panjang pasar bebas membawa manfaat berupa arus perdagangan yang lebih lancar, pasar yang lebih luas dan skala ekonomi yang besar sehingga menghasilkan alokasi sumber daya yang rasional dan meningkatkan efisiensi. Dalam jangka pendek pembentukan pasar bebas bagi negara yang belum siap bersaing dapat menimbulkan masalah. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan tawaran paket investasi yang menarik, segala cara-cara yang ditempuh untuk mewujudkan perbaikan iklim investasi sekaligus dapat mengoptimalkan potensi daerah. Dan juga menyediakan infrastruktur yang memadai dan terus berkembang mengikuti investasi di KEK, dengan anggaran pemerintah yang terbatas penyediaan infrastruktur dapat berbentuk Public – Private – Patnership (PPP), pengaturan implementasi dan periode teknik perlu ditetapkan.Dari uraian di atas Kajian untuk menentukan kelayakan KEK melingkupi: mengkaji mengenai kondisi umum dan fasilitas yang ada dan yang perlu ditingkatkan untuk mendukung sektor investasi di kek.,menganalisa potensi investasi yang ada dan perkiraan mengenai investasi yang menarik investor.,mengkaji aspek finansial dan ekonomi serta keterkaitannya dengan keputusan pendanaan dari investasi yang dapat berkembang, menganalisa sumber-sumber pembiayaan yang dapat digunakan untuk pengembangan kek setelah diketahui investasi-investasi yang menguntungkan (profitable) dengan tingkat pengembalian (return of investment) yang tinggi dan memberikan manfaat bagi masyarakat, menyusun paket investasi yang menarik yang pengembangannya akan ditawarkan kepada pihak swasta, menganalisa kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk mendukung sektor investasi di KEK.
Faktor Kunci Sukses (Key Success Factors)
Beberapa kunci sukses dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus isu-isu sebagai benchmarking (patokan) dalam menarik tidaknya suatu kawasan ekonomi khusus adalah aspek-aspek yang dianggap dominan dalam menentukan keberhasilan suatu pengembangan kawasan ekonomi khusus, adapun faktor kunci sukses (key success factors) dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus: tersebut adalah sebagai berikut: Regulasi, Kelembagaan/otoritas kewenangan KEK., Penyediaan lahan/perijinan dalam pertanahan, Insentif fiskal, Ketersediaan prasarana dan sarana (infrastruktur), Membangun klaster-klaster industri.
Kriteria Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Di Indonesia
Aplikasi pengembangan KEK di Indonesia dapat didasarkan pada pembelajaran dari negara-negara yang dianggap sudah berhasil dalam penyelenggaraan KEK. Dalam penentuan lokasi KEK ditentukan berdasarkan kriteria sebagai berikut:

a. Kriteria Umum . Orientasi ke luar (outwarding looking). Kemudahan dalam akses (pada jalur pelayaran dan perdagangan internasional atau alki), posisi geografis yaitu kondisi geo-politik., adanya kebutuhan dari aspek ekonomi domestik dan internasional, kepastian kebijakan meliputi dukungan aspek legal dalam pengembangan kegiatan ekonomi baik untuk kebijakan fiskal maupun non fiskal, tidak selalu dalam satu kesatuan wilayah yang utuh, diupayakan pada kawasan-kawasan yang relatif telah berkembang, memiliki batas-batas yang jelas serta daerah relatif mudah dikontrol keamanannya., memiliki kapasitas ataupun aksesibilitas yang relatif baik terhadap infrastruktur pendukung (pelabuhan, pelayanan keuangan, jaringan jalan), memiliki potensi untuk diintegrasikan dengan industri pendukung, komitmen dan dukungan dari pemerintah daerah yang cukup kuat, status keunggulan lokasi, memiliki keterkaitan dengan wilayah lainnya dalam struktur ruang nasional, biaya minimum dalam investasi kegiatan ekonomi, bukan merupakan kawasan lindung.

b. Kriteria Khusus. Yang menjadi kriteria khusus dalam penentuan Kawasan Khusus Ekonomi harus memperhatikan aspek spesial di samping memperhatikan aspek ekonomi dan infrastruktur kawasan. Adapun yang perlu diperhatikan dalam memilih kawasan klaster industri adalah sebagai berikut:1. Aspek Fisik Dasar, mempunyai daya dukung lahan yang tinggi. lahan mempunyai kesesuaian untuk pengembangan kawasan sesuai dengan kriteria.2. Aspek Sarana dan prasarana mempunyai ketersediaan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kegiatan di kawasan. mempunyai ketersediaan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kegiatan di kawasan. memiliki ketersediaan sarana dan prasarana pendukung (jaringan jalan, bandara, pelabuhan).3. Aspek ekonomi, mempunyai potensi sektor unggulan yang akan dikembangkan, orientasi produksi untuk ekspor, ketersediaan tenaga kerja.Kegiatan Ekonomi yang Potensial DikembangkanDalam rangka meningkatkan ikIim investasi yang sehat dan peningkatan daya saing ekspor, pembangunan sektor industri manufaktur difokuskan pada pengembangan sejumlah sub-sektor yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif yang telah ditetapkan melalui Perpres No. 7 Tahun 2004 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2004-2009 dan Perpres No 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2010-2014. Pembangunan industri perlu lebih banyak ditekankan pada pengembangan (widening) dan pendalaman (deepening). Serta memenuhi kriteria diantaranya: (i) menyerap banyak tenaga kerja; (ii) memenuhi kebutuhan dasar dalam negeri (seperti makanan-minuman dan obat-obatan); (iii) mengolah hasil pertanian dalam arti luas (termasuk perikanan) dan sumber-sumber daya alam lain dalam negeri; dan (iv) memiliki potensi pengembangan ekspor. Diturunkan dari keempat kriteria di atas, berdasarkan analisis keunggulan komparatif dan kompetitif, maka prioritas yaitu:Industri Makanan dan Minuman.Industri Pengolahan Hasil Laut.Industri Tekstil dan Produk Tekstil.Industri Alas Kaki.Industri Turunan Minyak Kelapa Sawit.Industri Pengolahan Kayu (termasuk Rotan dan Bambu).Industri Pengolahan Karet dan Barang Karet. Industri Pulp dan Kertas.Industri Mesin Listrik dan Peralatan Listrik serta Industri Petrokimia.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang Berbasis Komoditas Unggulan

Dengan tersedianya infrastruktur di Kawasan Industri Kuala Tanjung dan di kabupaten/kota Sumatera Utara, dan potensi sumber energi dari Toba Samosir serta pengalaman pembangunan kawasan industri, perkebunan dan pertanian dan mempunyai aset sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk mengembangkan suatu Kawasan Ekonomi Khusus di daerah kabupaten/kota di Sumatera Utara, berikut ini secara berturut turut disajikan beberapa pohon industri terpilih, yang berbasis potensi daerah yang dapat ditumbuhkembangkan diantaranya: industri aluminium, industri kelapa sawit, industri karet alam, industri karet, industri ban, industrin kakao, industri hasil laut, industri kelapa, industri pengolahan kayu, industri tembakau, industri barang dan kulit, industri buah, industri kopi, industri jagung, industri singkong, dan industri lain.Untuk mendorong pertumbuhan investasi sesuai dengan klaster dalam pengembangan berbasis komoditas perlu dipecahkan terlebih dahulu permasalahan permasalahan seperti: keterbatasan pasokan energi, infrastruktur, hingga kekakuan pasar tenaga kerja. Kegiatan produksi semata hanya memanfaatkan kapasitas terpasang yang sudah ada dan dihadapkan dengan sisi permintaan, seperti ditunjukkan kebutuhan konsumsi domestik ataupun permintaan di pasar ekspor terus menguat. Jika keadaan ini tidak segera diimbangi dengan peningkatan produksi melalui investasi, bisa terjadi pemanasan ekonomi, pada akhirnya inflasi bakal naik.Pembangunan regional dengan campur tangan pemerintah melalui kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berbasis komoditas unggulan untuk pengembangan kegiatan ekonomi regional yang dapat dikaji dengan suatu perencanaan dan melalui studi kelayakan dalam berbagai sektor dan komoditas unggulan yang dapat memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi nasional, regional dan lokal, dengan melihat basis sumber daya alam serta basis tingkatan kemampuan sumber daya manusia. Pengembangan sektor agroindustri yang basisnya ada di daerah Sumatera Utara sekaligus dimaksudkan dapat mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan kesejahteraan rakyat dan peningkatan perolehan devisa. (Penulis adalah mantan: Staf Ahli Otorita Asahan, Ka.Pendidikan dan Latihan Industri & Dagang Sumbagut, Ka.Bappeda Kab. Tobasa, Penjabat Bupati Samosir/c)

About these ads
By Pancur Batu Posted in berita